Untukmu Sang Kekasih

 


Untukmu, sang kekasih,
yang namanya diam-diam kusebut
di antara doa dan sunyi malam,
yang senyumnya mampu menenangkan
gelisah yang tak pernah sempat kuceritakan.

Aku tak menjanjikan langit
selalu cerah tanpa mendung,
tak pula menjanjikan jalan
akan selalu dihiasi kebahagiaan.
Namun, jika suatu hari langkahmu lelah,
izinkan aku menjadi tempatmu bersandar.

Untukmu, sang kekasih,
aku belajar bahwa cinta
bukan sekadar tentang memiliki,
melainkan tentang menjaga,
tentang bertahan ketika keadaan meminta menyerah,
dan tentang memilih orang yang sama
berulang kali, setiap harinya.

Jika waktu terus berjalan
dan usia perlahan mengubah kita,
semoga rasa ini tak ikut menua.
Semoga tangan yang kini kugenggam
tetap menjadi tangan yang ingin kugenggam
hingga rambut kita memutih.

Dan bila kelak dunia bertanya
apa yang paling ingin kusyukuri dalam hidup,
aku akan menjawab namamu
sebab di antara begitu banyak manusia
yang pernah singgah,
kaulah yang membuat hatiku
ingin menetap.

Untukmu, sang kekasih,
jika cinta adalah perjalanan,
aku tak ingin terburu-buru sampai tujuan.
Aku hanya ingin berjalan bersamamu,
menikmati setiap langkah,
hingga akhirnya kita sadar
ternyata kita telah sampai
pada tempat yang selama ini kita sebut
rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang pulang yang adalah kita

Senja membelai jiwa yang lara

Keindahan alam dan keserakahan manusia