Senja membelai jiwa yang lara

Di kala senja membelai jiwa yang lara,
Warna lembayung memudar, perlahan sirna.
Burung-burung senja berarak mesra,
Menyambut malam dengan kidung sukma.
 
Senja hadir dengan keelokan yang memukau,
Hati terpana, dalam diam membisu.
Bias cahaya menari di cakrawala pilu,
Mengubah segalanya menjadi syahdu.
 
Senja adalah waktu untuk merenungkan sukma,
Menyusuri jejak langkah, memperbaiki nestapa.
Menyongsong fajar dengan asa membara,
Senja membawa harapan yang tak terhingga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang pulang yang adalah kita

Keindahan alam dan keserakahan manusia