Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Senja dipenghujung Juli

Gambar
Penulis/penerbit : wahyu Di penghujung Juli, senja turun perlahan seperti doa yang tak pernah selesai diucapkan. Langit memerah, lalu menjingga, seolah sedang menuliskan kisah-kisah yang selama ini dipendam oleh waktu. Angin membawa aroma rindu yang entah untuk siapa, sementara matahari memilih tenggelam tanpa meninggalkan sepatah kata. Barangkali, ada perpisahan yang memang lebih indah jika disampaikan lewat diam.  Juli telah menjadi rumah bagi begitu banyak cerita. Ada tawa yang sempat memenuhi ruang hati, ada air mata yang diam-diam jatuh tanpa saksi. Ada harapan yang tumbuh setinggi langit, lalu gugur sebelum sempat berbunga. Namun waktu tak pernah meminta kita berhenti. Ia hanya mengajarkan bahwa setiap kehilangan adalah cara semesta mempersiapkan ruang bagi sesuatu yang lebih berarti.  Senja tak pernah melawan datangnya malam. Ia merelakan cahayanya larut bersama cakrawala, seolah tahu bahwa keindahan tak selalu harus dipertahankan. Bukankah hidup juga demikian? Ada ora...

Refleksi Gelap Kemanusiaan Hari ini

Gambar
Penulis/penerbit : wahyu Ada masa ketika yang paling mengerikan bukanlah suara ledakan, melainkan sunyi yang dipaksakan. Ketika jeritan tak lagi terdengar karena orang-orang telah lelah berharap didengar. Darurat kemanusiaan tidak selalu hadir dengan perang. Ia lahir ketika martabat manusia menjadi barang yang murah, ketika keadilan hanya berpihak pada yang berkuasa, dan ketika rasa takut lebih kuat daripada kebebasan untuk bersuara. Kita hidup di zaman ketika angka sering lebih dihargai daripada nyawa, citra lebih penting daripada empati, dan kepentingan lebih diutamakan daripada kemanusiaan. Perlahan, kita mulai terbiasa melihat penderitaan seolah itu adalah bagian normal dari kehidupan. Yang paling gelap bukanlah malam, melainkan hati yang kehilangan kepedulian. Sebab sebuah bangsa tidak runtuh hanya karena krisis ekonomi atau konflik politik, tetapi ketika manusia berhenti melihat manusia lain sebagai sesama. Refleksi ini bukan sekadar ajakan untuk mengutuk keadaan, melainkan p...