Simfoni malam dalam jiwa kita

 Dalam simfoni malam yang membelai sukma,

Aku adalah biola, kamu adalah dawainya.

Bintang-bintang adalah notasi abadi,

Mengalunkan melodi cinta, tak terperi.

 

Aku adalah sungai yang merindukan lautmu,

Kamu adalah samudra, tempat jiwaku bertumpu.

Dalam gelap malam, cinta kita adalah kompas,

Menuntun arah, dalam labirin semesta.

 

Bayang-bayang adalah lukisan mimpi,

Menggambarkan hasrat, yang tak terdefinisi.

Aku ingin menjadi napas dalam setiap hela-Mu,

Menyatu dalam keabadian, tanpa cela.

 

Malam adalah kanvas, cinta adalah warna,

Antara aku, kamu, dan kegelapan yang bercahaya.

Biarlah coretan ini menjadi puisi semesta,

Terukir dalam setiap denyut nadi dan kalbu semesta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang pulang yang adalah kita

Senja membelai jiwa yang lara

Keindahan alam dan keserakahan manusia